Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Itu anugrah bukan kebetulan

kehidupan, saat kita membaca kata itu maka bayankanlah sebuah keajaiban. Orang disekeliling kita, bapak atau ibu kita, teman , sahabat, udara pagi, kesehatan, senyuman, ilmu yang menentramkan hati, bahkan cinta yang ada pada kehidupan ini bukanlah sebuah kebetulan. Namun itu adalah anugrah dalam hidup kita yang diberikan oleh Allah kepada kita.. Maka, tidak ada kata kebetulan dalam hidup ini.. Semua itu adalah anugrah yang harus disyukuri.. saat ini mari sahabat kita renungkan..
Jika kita bertemu orang dijalan, dan dia tersenyum padamu,, mungkin sebagian orang anggap itu kebetulan,,
Namun bagiku itu anugrah… Karena Allahlah yang mengatur perjalananya
Jika kita dalam perjalanan, mendengar adzan, dan mendapat masjid,, mungkin sebagian orang anggap itu kebetulan,,
Namun bagiku itu anugrah… Karena Allahlah yang mengatur waktu perjalanan,,
Jika kita membuka lembaran buku dirak buku secara acak, dan menemukan artikel yang menegur kita,, mungkin sebagian orang anggap itu kebetulan,,
Namun bagiku itu anugrah… Karena Allahlah yang mengatur jadwal kita
Jika kita mendengar orang menasehati kita disuatu forum yang asing, kemudian kita merasa kita harus berbenah,,mungkin sebagian orang anggap itu kebetulan,,
Namun bagiku itu anugrah… Karena Allahlah yang mengatur pembicaraanya,,
Jika kita lahir dari ayah – ibu yang memperhatikan kita, dan lahir di tempat yang aman,, di negri yang bebas dari peperangan,, mungkin sebagian orang anggap itu kebetulan,,
Namun bagiku itu anugrah… Karena Allahlah yang menentukan takdir lahirnya kita di tempat yang aman..
Jika kita bertemu dengan sahabat kita yang lama disuatu tempat terpencil, kemudian persahabatan itu bersemi indah, mungkin sebagian orang anggap itu kebetulan,,
Namun bagiku itu anugrah… Karena Allahlah yang mengatur pertemuan kita,,,
Daun yang gugur, air yang menetes, dan kesempatan kita untuk masih bernafas,, adalah sebuah anugrah dan bukan kebetulan,, Yups,, Hilangkan kamus kebetulan dalam hidupmu, percayalah itu anugrah yang harus kita syukuri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Habis Manis, Sepah Dibuang


“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku” Mazmur 23: 1-4)

“Habis manis, sepah dibuang” adalah peribahasa yang paling pas untuk menggambarkan nuansa pergumulan dan pergulatan hidup, kini-sini. Semua segmen kehidupan dari tingkat yang paling bawah hingga istana mewah-megah dikuasai semangat hidup “Habis Manis, Sepah Dibuang”.

Bahkan, sendi-sendi bermasyarakat-berbangsa-bernegara, yaitu keluarga, semangat “Habis Manis, Sepah Dibuang” mematahkan kesucian perkawinan hingga menyengsarakan anak-anak buah kasih mereka.

“Habis Manis, Sepah Dibuang” menumbuhkan luka batin. Menumbuhkan kekecewaan. Menumbuhkan rasa antipasti. Dan, bila tidak mampu mengelola luka batin-kekecewaan-antipati dampaknya seperti yang kita rasakan dan alami. Hal yang sangat ‘sepele’, misalnya, bersenggolan saat berjoget ‘perang saudara’ tak terelakkan. Saling memandang saat berpasan, tawuran tak bias tertahankan.

Merefleksikan “Habis Manis, Sepah Dibuang” dalam olahbatin rohani mendorong kita untuk menyadari bahwa hidup ini berpasangan: utara-selatan, siang-malam, gagal-sukses, bahagia-sengsara, baik-buruk, dan seterusnya. Dalam pemahaman dan kesadaran inilah kita akan berkemampuan untuk mengelola dengan arif-bijaksana bila situasi “Habis Manis, Sepah Dibuang” melanda hidup kita.

Tegasnya, kita harus siap gagal, siap sukses. Siap bahagia, siap sengsara. Siap diagungkan, siap dilecehkan. Dengan demikian, kita cerdas menciptakan situasi dan tidak dikuasai situasi.

Bila kita dikuasai situasi, kita menjadi orang kalah. Menjadi orang tak berdaya, tidak cerdas, bahkan lemah iman. Bila kita dikuasai situasi, kita tak berkemampuan menemukan jalan lain yang lebih mulus dan bebas hambatan. Kita tidak dapat menemukan alternatif-alternatif. Kita menjalani hidup seperti kura-kura: memelas dan bersembuni di batoknya yang keras.

Sebaliknya, bila kita mampu menciptakan situasi, kita menjadi pemenang. Dengan melihat dari sisi positif, sekalipun menyakitkan-menyulitkan-menyengsarakan, kita akan menemukan dimensi dan alternatif baru. Kita menemukan sinar, walaupun kecil dan jauh, tetapi kita tegak-tegar menantang badai.

Kemampuan menciptakan situasi bersumber dari kuatnya intimitas jiwa kita dengan sumber dan asal kehidupan. Kita menempatkan Tuhan sebagai penolong ‘ajaib’: tepat waktu dan susah dipahami dengan nalar kita. Kita dimampukan untuk mereguk berkat-karunia dari situasi “Habis Manis, Sepah Dibuang”

Sahabat, dalam pergumulan dan pergulatan hidup, sisi mana yang dominan dalam diri kita: dikuasai situasi atau cerdas menciptakan situasi? Sungguhkan, mazmur Daud, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku” menjadi dasar dan orientasi hidup kita?

Sahabat, nuansa hidup “Habis manis, sepah dibuang” tidak dapat kita ingkari, tak dapat kita hanya berkelit, menggerutu, mengeluh, melawan, atau bahkan menyembunyikan di dasar lubuk hati. Kita harus berani menciptakan situasi dengan berpegang teguh ‘rencana Tuhan sangat indah. Sebab,”Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku”

Janganlah kita takut kesulitan sebelum kesulitan menyulitkan. Bukankah semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa? Tuhan memberkati…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS